BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kreativitas
siswa merupakan potensi yang masih harus dikembangkan baik melalui pendidikan
formal maupun melalui pendidikan informal. Menurut ahli tersebut, di Indonesia
sudah tampak adanya perhatian terhadap masalah itu, tetapi tampaknya belum
cukup memadai. Demikian pula pelaksanaannya di sekolah-sekolah masih sangat
memprihatinkan. Selama ini masih cukup banyak ditemui hambatan dan kelemahan
yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan kreativitas para siswa, misal: kurangnya
pengetahuan dan latihan para guru tentang kreativitas, sistem evaluasi yang
terlalu menekankan pada jawaban benar dan tidak benar tanpa memperhatikan
prosesnya. Selain itu terkadang orang tua pun dapat menghambat anaknya dalam
pengembangan kreativitas. Tujuan yang lebih penting ialah pembentukan sifat
kreatifnya. Dalam hal ini para siswa perlu dirangsang dan dipupuk minat dan
sikapnya untuk mau melibatkan diri dalam proses kreatif.
B.
Rumusan
Masalah
Dalam
makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.
Apa yang
dimaksud dengan kreativitas?
2.
Bagaiamana
perkembangan kreativitas ?
3.
Apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas?
4.
Bagaimana upaya
mengembangkan kreativitas dan implikasinya dalam pendidikan?
C.
Tujuan
Dengan adanya rumusan masalah diatas saya dapat membuat
suatu tujuan masalah:
1.
Untuk
mengetahui pengertian kreativitas
2.
Untuk
mengetahui proses perkembangan kreativitas
3.
Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas
4.
Untuk
mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dan implikasinya
dalam pendidikan.
D.
Manfaat
1.
Mendefinisikan pengertian kreativitas
2.
Menggambarkan proses perkembangan kreativitas
3.
Menyebutkan faktor -faktor yang mempengaruhi kreativitas
4.
Merumuskan upaya
yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dan implikasinya dalam
pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kreativitas
Kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki
seseorang untuk menemukan dan menciptakan suatu hal baru,cara-cara baru, model
baru, yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Hal-hal baru itu tidak selalu
sesuatu yang sama sekali tidak pernah ada sebelumnya, unsur-unsurnya bisa saja
telah ada sebelumnya, tetapi individu menemukan kombinasi baru, konstruk baru
yang memiliki kualitas yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Jadi, hal baru
itu adalah sesuatu yang bersifat inovatif. Kreativitas memegang peranan penting
dalam kehidupan dan perkembangan manusia. Kreativitas banyak dilandasi oleh
kemampuan intelektual, seperti intelegensi bakat dan kecakapan hasil belajar,
tetapi juga didukung oleh faktor-faktor afektif dan psikomotor.
Menurut David Campbell, Kreativitas adalah suatu
kemampuan untuk menciptakan hasil yang sifatnya baru, inovatif, belum ada
sebelumnya, menarik, aneh dan berguna bagi masyarakat.
Pengertian Kreativitas menurut para ahli lainnya :
1. Barron
(1982 : 253)
Kreativitas
adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru disini
bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari
unsur-unsur yang telah ada sebelumnya.
2. Guilford
(1970 : 236)
Kreativitas
mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif.
3. Utami
Munandar (1992 : 41)
Kreativitas
adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas
dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.
4. Rogers
(1992 : 48)
Kreativitas
adalah proses munculnya hasil-hasil baru dalam suatu tindakan.
5.
Drevdahl (Hurlock; 1978 : 3)
Kreativitas adalah kemampuan untuk memproduksi komposisi dan
gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud aktivitas imajinatif atau sentesis
yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari
pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi
sekarang.
6.
Torannce
Kreativitas adalah proses kemampuan individu untuk memahami
kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis-hipotesis
baru dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya, serta sedapat mungkin memodifikasi
dan menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan.
Selain itu, pengertian
kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data,
informasi, atau unsur-unsur yang ada. Kreativitas (berpikir kreatif atau
berpikir divergen) adalah kemampuan—berdasarkan data atau informasi yang
tersedia—menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, di mana
penekanannya adalah pada kuantitas, ketepetgunaan, dan keragaman jawaban. Jadi,
secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai “kemampuan yang
mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinilitas dalam
berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya,
memperinci) suatu gagasan.”
Ayat
al-qur’an yang menerangkan tentang perintah tentang kreativitas secara tersirat
terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 219. Allah berfirman :
كَذَلِكَ
يُبيِّنُ اللّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Artinya : “Demikianlah, Alah
menerangkan kepadamu ayat-ayat –Nya, agar kamu berpikir” (QS. Al Baqarah [2]:
219)
Ayat di atas
memberikan penjelasan bahwa sebenarnya Islam pun dalam hal kekreativitasan
memberikan kelapangan pada umatnya untuk berkreasi dengan akal pikirannya dan
dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup
di dalamnya. Bahkan, tidak hanya cukup sampai di sini, dalam al Qur’an sendiri
pun tercatat lebih dari 640 ayat yang mendorong pembacanya untuk berpikir
kreatif.
Dalam agama
Islam dikatakan bahwa Tuhan hanya akan mengubah nasib manusia jika manusia mau
melakukan usaha untuk memperbaikinya. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا
بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak
akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka sendiri mengubah dirinya.” (QS. Ar
Ra’du [13]: 11)
Islam sebagai sebuah keyakinan yang bersumber
dari al Qur’an dan al Hadits dianggap oleh beberapa kalangan sebagai agama yang
tradisional, terbelakang, dan kaku. Pendapat ini dikemukakan oleh kalangan
pemikir barat yang tidak mengetahui perkembangan sejarah Islam. Jika kita
melihat pada masa silam, Islam banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar yang
tidak hanya sekedar memiliki inteligensi tinggi, tapi juga memiliki kreativitas
yang tinggi. Sebut saja Ibnu Sina, Salman al Farisi, dan para sahabat lain yang
menggunakan pemikiran kreatifnya dalam mengembangkan pengetahuan di bidang
mereka masing-masing.
B.
Perkembangan
Kreativitas
- Tahap sensorik – motorik ( 0 – 2 tahun)
Pada tahap ini belum memiliki kemampuan untuk
mengembangkan kreativitasnya. Sebab, pada tahap ini tindakan-tindakan anak
masih berupa tindakan-tindakan fisik yang bersifat refleksif, pandangannya
terhadap objek masih belum permanen, belum memiliki konsep tentang ruang dan
waktu, belum memiliki konsep tentang sebab-akibat, bentuk permainannya masih
merupakan pengulangan reflek-reflek, belum memiliki konsep tentang diri, ruang
dan belum memiliki kemampuan berbahasa.
Pada tahap
ini kemampuan mengembangkan kreativitas sudah mulai tumbuh karena anak sudah
mulai tumbuh karena anak sudah mulai mengembangkan memori dan telah memiliki
kemampuan untuk memikirkan masa lalu dan masa yang akan datang, meskipun dalam
jangka waktu yang pendek.
Faktor-faktor yang memungkinkan semakin berkembangnya
kreativitas itu adalah:
a.
Anak sudah
mulai mampu untuk menampilkan operasi-operasi mental
b.
Mulai mampu
berpikir logis dalam bentuk yang sederhana
c.
Mulai
berkembang kemampuan untuk memelihara identitas-identitas diri
d.
Konsep tentang
ruang sudah semakin meluas
e.
Sudah amat
menyadari akan adanya masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
f.
Sudah mampu mengimajinasikan
sesuatu, meskipun biasanya masih memerlukan bantuan objek-objek konkrit.
Ada beberapa faktor yang mendukung berkembangnya
potensi kreativitas ini, yakni :
a.
Remaja sudah
mampu melakukan kombinasi tindakan secara proposional berdasarkan pemikiran
logis
b.
Remaja sudah
mampu melakukan kombinasi objek-objek secara proporsional berdasarkan pemikiran
logis
c.
Remaja sudah
memiliki pemahaman tentang ruang relative
d.
Remaja sudah
memiliki pemahaman tentang waktu relative
e.
Remaja sudah
mampu melakukan pemisahan dan pengendalian variabel-variabel dalam menghadapi
masalah yang kompleks
f.
Remaja sudah
mampu melakukan abstraksi relative dan berpikir hipotesis
g.
Remaja sudah
memiliki diri ideal
h.
Remaja sudah
menguasai bahasa abstrak
C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kreativitas, menurut Rogers adalah :
1. Faktor internal individu
Faktor
internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam individu yang dapat mempengaruhi
kreativitas, diantaranya :- Keterbukaan terhadap pengalaman dan rangsangan dari luar atau dari dalam individu. Keterbukaan terhadap pengalaman adalah kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalaman hidupnya sendiri dengan menerima apa adanya, tanpa ada usaha defenser, tanpa kekakuan terhadap pengalamn-pengalaman tersebut. Dengan demikian individu kreatif adalah individu yang mampu menerima perbedaan.
- Evaluasi internal, yaitu kemampuan individu dalam menilai produk yang dihasilkan ciptaan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan karena kritik dan pujian dari orang lain. Walaupun demikian individu tidak tertutup dari kemungkinan masukan dan kritikan dari orang lain.
- Kemampuan untuk bermain dan mengadakan eksplorasi terhadap unsur-unsur, bentuk-bentuk, konsep atau membentuk kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.
2. Faktor eksternal (lingkungan)
Faktor
eksternal (lingkungan) yang dapat mempengaruhi kreativitas individu adalah
lingkungan kebudayaan yang mengandung keamanan dan kebebasan psikologis. Peran
kondisi lingkungan mencakup lingkungan dalam arti kata luas yaitu masyarakat
dan kebudayaan. Kebudayaan dapat mengembangkan kreativitas jika kebudayaan itu
memberikan kesempatan adil bagi pengembangan kreativitas potensial yang
dimiliki anggota masyarakat.
Sedangkan faktor-faktor
yang mempengaruhi kreativitas, menurut Hurlock (1993) adalah:
a.) Jenis kelamin
Tingkat
kreatifitas laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan, terutama setelah
berlalunya masa kanak-kanak. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh
perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki
diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebaya untuk lebih
mengambil resiko dan di dorong oleh para orang tua dan guru untuk lebih
menunjukan inisiatif dan orisinilitas.
b.) Status sosioekonomi
Anak dari
kelompok sosioekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif dari pada anak
kelompok yang sosioekonomi rendah. Lingkungan anak kelompok sosioekonomi yang
lebih tinggi memberi lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan
pengalaman yang diperlukan bagi kreativitas.
c.) Urutan kelahiran
Anak dari
berbagai urutan kelahiran menunjukan tingkat kreativitas yang berbeda.
Perbedaan ini lebih menekankan pada lingkungan daripada bawaan. Anak yang lahir
di tengah, belakang dan anak tunggal mungkin memiliki kreativitas yang lebih
tinggi dari pada anak pertama. Umumnya anak yang lahir pertama lebih ditekan
untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang tua, tekanan ini lebih mendorong
anak untuk menjadi anak yang penurut dari pada anak pencipta.
d.) Ukuran keluarga
Anak dari
keluarga kecil bilamana kondisi lain sama cenderung lebih kreatif dari pada
anak dari keluarga besar. Dalam keluarga besar cara mendidik anak yang otoriter
dan kondisi sosio ekonomi kurang menguntungkan mungki lebih mempengaruhi dan
menghalangi perkembangan kreativitas.
e.) Lingkungan
Anak yang
tinggal di lingkungan kota cenderung lebih kreatif daripada anak yang tinggal
di lingkungan desa. Dikarenakan fasilitas yang ada di kota lebih memadai atau
menunjang daripada di desa.
f.) Intelegensi
Setiap Anak yang
lebih pandai menunjukan kreativitas yang lebih besar dari pada anak yang kurang
pandai. Mereka mempunyai lebih banyak gagasan baru untuk menangani suasana
sosial dan mampu merumuskan lebih banyak penyelesaian bagi konlik tersebut.
D. Upaya Mengembangkan Kreativitas dan Implikasinya Dalam Pendidikan
Implikasi dari perkembangan
kreativitas anak terhadap pembelajaran di sekolah dasar adalah terletak pada
perlunya pengembangan KBM sehingga mampu mengembangkan potensi kreativitas
anak. Ketika siswa masih berada pada level yang bawah, seharusnya mulai mengkondisikan
dirinya untuk meningkatkan kemampuan kreatifnya tanpa harus menunda-nundanya.
Oleh karenanya guru dituntut bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator dan
pembimbing dalam mengajar dan memanaj kelas.
Dalam konteks relasi dengan anak-anak kreatif Torrance (1977) menamakan
relasi bantuan dengan istilah “Creative relationship” yang memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1. Pembimbing berusaha memahami pikiran dan perasaan anak
2. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya tanpa
mengalami hambatan
3. Pembimbing lebih menekan pada proses daripada hasil sehingga pembimbing
dituntut mampu memandang permasalahan anak sebagai bagian dari keseluruhan
dinamika perkembangan dirinya.
4. Pembimbing tidak memaksakan pendapat, pandangan, atau nilai-nilai tertentu
kepada anak.
5. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif yang dimiliki anak dan
bukan sebaliknya mencari-cari kelemahan anak.
Dedi Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan
untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif, yaitu sebagai berikut :
1. Menciptakan rasa aman kepada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya
2. Mengakui dan menhargai gagasan-gagasan anak
3. Menjadi pendorong bagi anak untuk mengkombinasikan dan mewujudkan
gagasan-gagasannya.
4. Membantu anak memahami divergensinya dalam berpikir dan bersikap dan bukan
malah menghukumnya
5. Memberikan peluang untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasannya
6. Memberikan informasi-informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan
bahwa :
1.
Kreativitas
merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menemukan dan menciptakan
suatu hal baru,cara-cara baru, model baru, yang berguna bagi dirinya dan
masyarakat.
2.
Perkembangan
kreativitas sebagai berikut:
a. Tahap sensorik – motorik ( 0 – 2 tahun)
b.
Tahap
Praoperasional ( 2 – 7 tahun)
c.
Tahap
Operasional Konkrit ( 7 – 11 tahun)
d.
Tahap
Operasional Formal ( 11 tahun ke atas)
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah sebagai berikut:
a. Faktor Internal Individu (Keterbukaan terhadap pengalaman dan rangsangan
dari luar atau dari dlam individu, Evaluasi internal, Kemampuan untuk bermain
dan mengadakan eksplorasi)
b. Faktor Eksternal (Lingkungan)
4. Upaya mengembangkan kreativitas dan implikasinya dalam pendidikan adalah
sebagai berikut:
a. Pembimbing berusaha memahami pikiran dan perasaan anak
b. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan
gagasan-gagasannya tanpa mengalami hambatan
c. Pembimbing lebih menekan pada proses daripada hasil
sehingga pembimbing dituntut mampu memandang permasalahan anak sebagai bagian
dari keseluruhan dinamika perkembangan dirinya.
d. Pembimbing tidak memaksakan pendapat, pandangan, atau
nilai-nilai tertentu kepada anak.
e. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif
yang dimiliki anak dan bukan sebaliknya mencari-cari kelemahan anak.
B. Saran
Berdasarkan apa
yang telah dibahas di atas, makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik
dari segi teori, penulisan, dan aspek-aspek lain. Untuk itu, penulis
mengharapkan partisipasi dari pembaca untuk kritik dan sarannya.
DAFTAR PUSTAKA
Munandar, Utami. 1992. Mengambangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah.
Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Munandar,
Utami. (2004). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT. Asdi
Mahasatya.
Semiawan,
Conny R. (1999). Perkembangan dan Belajar Peserta Didik. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
https://psikologikreativitasumpwordpress.com/2011/12/16/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kreativitas/[diakses pada Jumat, 08 Mei 2015 pukul
10:45]
haris-berbagi.blogspot.com/2010/11/kreativitas-dalam-perspektif-islam.html?m=[diakses pada Jumat, 08 Mei 2015
pukul 11:03]
http://www.psychologymania.com/2011/07/kreativitas-identifikasi-perkembangan.html
[diakses pada Jumat, 08 Mei 2015 pukul 11:16]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar